Skip to main content

Menikmati Gerhana Matahari Total dari Semarang

Peristiwa Gerhana Matahari Total di Indonesia boleh jadi peristiwa yang amat sangat langka. Gerhana matahari total (Total Solar Eclipse) sebenarnya pernah mampir ke Indonesia pada tahun 1983/1984, dan mampir lagi ke Indonesia pada 9 Maret 2016 ini. Sayangnya, tidak semua wilayah di Indonesia tidak bisa menikmati Gerhana Matahari Total. Di Semarang misalnya, Gerhana Matahari Total tidak akan tertutup 100%. Jadi kita hanya akan melihat puncak Gerhana Matahari Total seperti sabit kecil di Semarang. Bagi anda yang muslim, tentu ini juga menjadi peristiwa yang double langka karena bisa menjalankan sholat gerhana.

Kebetulan saat hari H cuaca sangat cerah. Saya pun menaiki bukit di daerah Gedawang supaya bisa melihat peristiwa langka ini. Nah, di bukit ini sudah banyak orang yang berbondong-bondong mengamati gerhana. Saat saya pantau, ada banyak dari mereka yang cuma melihat gerhana matahari dengan mata telanjang dan bilang "mana kok ga keliatan gerhananya?" Ya iyalah ga keliatan kalo pake mata telanjang, kalah mata ente sama silaunya cahaya asia matahari. Yang ada malah kena katarak keles.. hedeehh.

Kemudian ada lagi satu keluarga yang cukup kreatif dengan membuat kaca mata gerhana dari potongan film bekas. Itu lho, negatif film jaman dulu wkwk.. Ada yang masih punya juga ternyata. Dengan kacamata dari negative film bekas ini ternyata bisa digunakan untuk melihat gerhana. Tapi.. tetep silau dan kurang jelas. Kemudian ada sekelompok abg yang menggunakan kacamata item buat liat gerhana sambil ditutup-tutupin kaca matanya. Wkwk keliatan banget silaunya. Penggunaan negatif film dan kacamata item biasa kurang direkomendasikan buat lihat gerhana. Sinar UV masih bisa tembus cuy. wkwk. Silahkan lihat disini.

Lalu bagaimana dengan saya? Alat apa yang saya gunakan untuk melihat Gerhana matahari? Saya menggunakan floppy disk bekas dan Kaca las (welding glass). Untuk floppy disk sebenernya bisa tapi tidak direkomendasikan seperti negatif film yang kita bahas sebelumnya. Setelah saya cari info di internet. Kita bisa menggunakan kaca las (welding glass) yang biasanya digunakan oleh tukang las untuk melindungi mata dari cahaya ketika mengelas. Nah kaca las ini bisa kita gunakan untk mengamati gerhana matahari karena bisa menyaring sinar UV agar gak merusak mata. Kaca las yang direkomendasikan harus memiliki level kegelapan (Shade) sekitar 14. Kaca las bisa dibeli di toko bangunan terdekat.. wkwkwk.. Serius!!

Nah, kebanyakan kaca las yang dijual di Toko bangunan di Semarang ga ada yang memiliki shade 14. Kebanyakan hanya shade 11 dan shade 12. Akhirnya saya membeli kaca las yang mempunyai shade 11, karena hanya ini yang tersedia. Harganya sekitar Rp2.500/ biji. Murah kan? dibanding beli kaca mata gerhana yang harganya puluhan ribu tapi ga jelas kualitasnya.

Mungkin inilah hubungan antara sains dan toko bangunan. Betapa tidak, sewaktu saya membeli kaca las, kemudian saya menjelaskan kepada si penjaga toko bangunan bahwa kaca las ini akan saya gunakan untuk melihat gerhana matahari. Eh, si penjaga toko malah ketawa. Saya juga merasa aneh sih, kenapa juga saya beli kaca las wkwkwk.
welder's glass for observe solar eclipse
Kaca las untuk melihat gerhana matahari

Oke, kembali ke tempat saya mengamati gerhana matahari. Di saat orang-orang di sebelah saya pada ngeluh ga bisa lihat gerhananya karena silau "ndi gerhanane? rak ketok, ndelok ning tipi wae sing jelas", mana gerhanaanya? ga kelihatan, lihat di TV aja yang jelas" wkwkwk.. Saya bisa menikmati gerhana matahari dengan jelas pake kaca las haha.. Ga nyangka, Kaca las yang murah beli di toko bangunan ini malah membantu banget buat lihat gerhana. Gerhana matahari jika dilihat dari kaca las berwarna agak kehijauan kayak di film-film ketika pake night vision, tapi jelas banget sumpah! Saya bisa liat dengan jelas bagaimana bulan menutupi matahari sehingga terlihat seperti sabit. Subhanallah...

Saya tipikal orang yang suka berbagi kebahagiaan.. wkwk. Saya samperin orang-orang yang ga bisa lihat gerhana karena silau. Nih, mas/mbak coba lihat pake ini, sambil nyodorin kaca las. Dan mereka akhirnya bisa melihat moment langka ini. Tak lama, kaca las ini jadi primadona, dipinjem sana-sini sama orang-orang yang silau tadi. Sampe akhirnya ada ibu-ibu nyamperin dan bilang "mas, kaca lasnya saya beli ya?", sambil nyodorin uang Rp 5.000.. wkwk. Tau gini mending beli kaca las yang banyak trus dijual lagi.. wkwkw Bisa untung banyak.

Sayangnya ada hal yang membuat saya kecewa. Walaupun sudah pake kaca las, tetep aja sulit buat ngambil foto dan video pake smartphone. Sebelumnya, saya membayangkan bisa mengambil gerhana matahari dengan kamera smartphone. Lensa kamera smartphone akan saya tutup dengan kaca las sehingga diharapkan bisa meng-capture gerhana matahari. Namun yang terjadi, kamera smartphone hanya bisa memotret cahayanya saja ga ada sabitnya.. hufftt. Nah, dibawah ini adalah hasil dari beberapa kali uji coba pengambilan foto dan video gerhana matahari yang cuma modal kaca las + kamera smartphone butut.
seeing solar eclipse through welding glass
Gerhana matahari dipotret dari kaca las
taking picture of solar eclipse with welding glass + Smartphone camera
Foto Gerhana Matahari yang diambil menggunakan kaca las + Kamera smartphone butut 

 

Update pengambilan video dan foto Gerhana Matahari total Menggunakan Samsung Galaxy S23:


 


Comments