Jumat sore merupakan waktu yang tepat untuk kegiatan blogging, apalagi sambil ngopi, sangat pas untuk melepas rasa penat setelah melakukan aktivitas seharian. Sebelum menulis artikel ini, saya sempat membuka situs instagram untuk melihat update foto-foto pengguna yang saya follow. Jujur saja, bagi saya ini merupakan kegiatan untuk menyegarkan mata. Selain melihat foto-foto di timeline, saya juga suka melihat foto di instagram milik sendiri.. hehe.. Nah ada yang menarik disini, saya menemukan foto lama yang saya upload kira-kira hampir 2 tahun yang lalu. Sangat menarik karena menurutku foto ini begitu unik.
Jika dilihat sekilas foto ini memang terlihat biasa saja, namun coba anda perhatikan lagi. Banyak anak-anak dan orang dewasa berkumpul di tengah-tengah rel kereta api untuk "MANCING". Yak benar sekali sodara2 mancing ikan di tengah-tengah rel!
Jika dilihat sekilas foto ini memang terlihat biasa saja, namun coba anda perhatikan lagi. Banyak anak-anak dan orang dewasa berkumpul di tengah-tengah rel kereta api untuk "MANCING". Yak benar sekali sodara2 mancing ikan di tengah-tengah rel!
Mancing ikan ditengah-tengah rel tentu ada alasannya. Lihat saja di tepi kanan dan kiri rel tersebut, penuh dengan genangan air. Saya ingat sekali pada saat mengambil foto ini. Jadi waktu itu sore hari sehabis hujan deras, saya meniatkan diri untuk sekedar berkeliling kota Semarang. Saat berkeliling, sampailah saya disebuah tempat/daerah sebelah utara yang dekat dengan pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Saat itu bulan januari, intensitas hujan sedang tinggi sekali.
Sepertinya, perjalanan suci saya ke daerah Semarang utara yang dekat dengan pelabuhan Tanjung Mas ini adalah keputusan yang salah. Karena di musim hujan, daerah Semarang Utara pasti terjadi banjir "rob". Atau banjir yang disebabkan naiknya air pasang laut. Ini adalah masalah klasik kota semarang, yaitu banjir "rob", yang akan bertambah parah di musim hujan. Semoga pemerintah kota Semarang segera menyelesaikan masalah klasik ini.
Saat itu, celana sudah terlanjur basah, sebagian ban motor juga sudah terendam banjir. Namun saya tetap melanjutkan jalan-jalan dengan menerabas banjir. Nah, saat menerabas banjir inilah saya melihat suatu keganjilan. Entah kenapa saya sering melihat lalu-lalang orang yang naik sepeda motor dengan menenteng pancingan. Kemudian saya berpikir, mungkin orang-orang tadi ingin mancing di dekat pelabuhan. Karena setau saya banyak spot mancing di dekat pelabuhan Tanjung Mas itu.
Tak lama kemudian saya melewati gundukan jalan, yang ternyata adalah rel kereta yang membelah jalan. Karena rel kereta ini dibuat lebih tinggi dari jalan raya, sehingga tidak terendam banjir. Saya pun berniat menepi dari jalan raya untuk sekedar mengeringkan celana. Waktu itu banyak sekali motor-motor yang menepi di pinggir jalan dekat gundukan rel kereta tersebut. Saya sih tidak heran, saya hanya kepikiran bahwa para pemilik motor yang menepi itu bermotif sama dengan saya, yaitu sekedar mengeringkan celana atau ingin terlepas dari banjir untuk sesaat.
Namun, ada yang membuat saya terkejut. Ternyata para pemilik motor yang menepi itu punya tujuan lain. Terlihat mereka berkerumun di tepian rel dengan memegang sesuatu. Karena pikiran saya sedang error dikarenakan habis menerjang banjir, dan posisi mencurigakan mereka yang bediri sambil memegang "sesuatu". Saya pun mulai menebak-nebak, jangan-jangan mereka "kencing massal"? atau mereka sedang lomba kencing?? Ah.. ternyata tidak, setelah saya lihat dari dekat ternyata mereka lagi mancing.. hehehe..
Jujur saya agak geli melihat momen ini, baru kali ini saya melihat orang-orang mancing ditengah rel kereta. Entahlah ini sebuah ironi atau komedi, tapi bagi mereka mungkin ini sebuah sensasi tersendiri. Saya tak bisa membayangkan bagaimana jika ada kereta yang lewat, kemudian mereka berhamburan tanpa arah menjauhi rel. Tentu ini akan sangat lucu. Tapi beruntung, saat saya berada disitu tidak ada satupun kereta yang lewat.. hehe
Tak hanya orang dewasa, banyak juga anak-anak yang masih dibawah umur yang ikut nangkring di tepian rel untuk mancing. Saya juga sempat mewawancarai seorang bapak-bapak dilokasi tersebut, sebut saja Pak Bunga. Menurut pengakuan pak bunga, memang di lokasi ini sering ramai dikunjungi oleh para "mancing mania" terutama pada waktu sore hari. Pancingan yang digunakan bermacam-macam jenisnya. namun kebanyakan menggunakan pancingan bambu yang sederhana. Pak bunga sendiri hanya menggunakan benang pancing yang diberi kail, sangat simpel.
Setelah lama berbincang dengan pak bunga, akhirnya saya memilih pulang kerumah saja. Selain karena sudah sangat sore, pak bunga juga belum dapat ikan juga. Saya jadi kasihan. Sebelum saya pulang, saya menyempatkan diri untuk mengambil foto. Maka jadilah foto seperti diatas.
Bagaimana? anda ingin mencoba sensasi mancing ditengah rel dan dikejar kereta? silahkan..
kalo saya cuci mata biasa ke pinggir jalan mas, ini keren yah liat ke instagram hehe :D
ReplyDeletesaya mau nongkrong dipinggir jalan takut kehujanan mas, akhirnya melototin instagram aja
Deleteeh maaf koment dari mas djangkaru bumi tidak sengaja terhapus, mau pencet reply malah yang kena de;ete.. maklum bales komen di pagi buta
ReplyDelete