Skip to main content

Yuri Gagarin, Manusia pertama yang pergi ke luar angkasa

Pertama kali mendengar nama Yuri Gagarin waktu saya masih SD. Waktu itu guru agama saya kerap sekali menyebut nama Gagarin. Nama Yuri Gagarin memang terkenal sejak tahun 60an karena dialah manusia pertama yang berhasil mencapai luar angkasa dan mengorbit bumi. Saking terkenalnya waktu itu, ada bapak teman saya yang kelahiran tahun 60an diberi nama belakang GAGARIN! 

Guru agama SD saya pernah mendongeng bahwa Yuri Gagarin meninggal ketika dia berada di luar angkasa dalam rangka ingin mencari dan membuktikan keberadaan tuhan. Yup, karena waktu itu Uni Sovyet (sekarang Russia) yang menganut ideologi komunis dipercaya sebagian besar rakjat Indonesia tidak mengakui keberadaan tuhan (atheis). Saya pun percaya saja dengan dongeng guru agama SD saya tersebut. Bertahun-tahun kemudian munculah internet dengan mesin pencari googlenya. Setelah ditelusuri ternyata dongeng yang digemborkan guru agama SD saya selama ini salah. Karena Yuri Gagarin tidak meninggal atau hilang di luar angkasa. Berarti Guru agama SD saya adalah pembohong?
Kosmonot Rusia Yuri Gagarin adalah  manusia pertama di dunia yang menjelajahi luar angkasa.
Yuri Gagarin | Image credit:ESA, space.com

Yuri Alekseyevich Gagarin lahir pada tanggal 9 Maret 1934 di Klushino, Rusia. Sebelum menjadi seorang kosmonot (astronot) Yuri Gagarin adalah seorang pilot pesawat tempur MiG-15 di Soviet Air Force. Setelah perang dunia II, hanya ada dua negara adidaya yaitu Rusia dan Amerika yang kemudian terlibat dalam perang dingin. Kedua negara adidaya ini saling pamer teknologi, salah satu yang menjadi pertaruhan gengsi terbesar dalam perang dingin tersebut adalah "Space Race" alias perlombaan dalam teknologi untuk mencapai luar angkasa.

Rusia selalu ingin menjadi yang petama. Kemudian Rusia membuat program luar angkasa "Vostok-1" yang merupakan kelanjutan dari program luar angkasa sebelumnya. Yang menarik adalah bahwa dalam misi Vostok-1 akan ditempatkan 1 orang Kosmonot (sebutan astronot untuk rusia) yang akan dikirim ke luar angkasa. Dalam misi ini dilakukan seleksi ketat untuk memilih siapakah orang yang layak untuk menjadi kosmonot yang nantinya akan menjadi orang pertama yang pergi luar angkasa. Pada akhirnya Yuri Gagarin yang terpilih dalam misi ini.

Setelah melalui persiapan yang matang, akhirnya pada tanggal 12 April 1961. Vostok-1 diluncurkan dari landasan Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan. Kemudian ini menjadi peristiwa bersejarah dan menjadi pencapaian terbesar manusia waktu itu. Sebuah modal awal yang besar untuk program luar angkasa selanjutnya. Manusia pertama berhasil dikirimkan ke luar angkasa dan mengorbit bumi.


Setelah berhasil mengorbit bumi dan mendarat dengan selamat, berarti misi vostok-1 berhasil. Yuri Gagarin pun menjadi terkenal seantero jagat tak terkecuali di Indonesia. Bahkan saking terkenalnya sampai bapak salah satu teman saya yang lahir tahun 60an diberi nama belakang Gagarin. Bisa anda bayangkan kombinasi nama jawa yang mempunyai nama belakang Gagarin, terlihat sangat keren.
Kosmonot Rusia Yuri Gagarin adalah  manusia pertama di dunia yang menjelajahi luar angkasa.
Tahun 60an Sputnik dan Yuri Gagarin populer di Indonesia | image credit: Mikhail Tsyganov mikejkt.livejournal.com , RIA Novosti

Dalam Space Race antara Amerika dan Rusia, sebenarnya Rusia selalu menjadi pelopor. Saat itu Rusia menjadi negara yang paling getol dan aktif soal riset ini. Hasilnya, Rusia adalah negara pertama yang berhasil mengorbitkan satelit ke luar angkasa (Sputnik), negara pertama yang mengirimkan hewan ke keluar angkasa (Sputnik-2/Laika), negara pertama yang mengirimkan manusia pertama kali ke luar angkasa (Yuri Gagarin), melakukan "space walk" pertama kali di luar angkasa, mengirimkan wanita pertama ke luar angkasa (Valentina Tereshkova), negara yang pertama kali berhasil mengorbitkan stasiun luar angkasa pertama kali ke luar angkasa (Salyut 1).

Bahkan sebelum Amerika mencapai bulan, Rusia sudah mengirimkan beberapa Probe Satellite dan mendaratkan wahana antariksa tak berawak di bulan. Namun, dibalik semua pencapaian teknologi antariksa Rusia itu, Amerika dianggap lebih unggul karena langsung mengeluarkan jurus maha dahsyat yaitu berhasil mendaratkan manusia pertama ke bulan.

Pertemuan Yuri Gagarin dengan Presiden Soekarno


Hubungan Indonesia dan Soviet (Rusia) Sudah mesra sejak lama dan mencapai puncaknya pada tahun 60an. Walaupun indonesia adalah negara non-blok, namun sebenarnya lebih terlihat condong ke Rusia. Pada saat Rusia berhasil mengirim manusia pertama ke luar angkasa, Indonesia pun turut bangga dan turut memberikan apresiasi. Pada tanggal 1 juni 1961 Bung Karno berkunjung ke Moscow untuk kunjungan kenegaraan. Bung Karno juga bertemu dengan Yuri Gagarin untuk memberikan penghargaan berupa tanda kehormatan "Bintang Mahaputra Adipradana" yang merupakan penghargaan tertinggi kedua setelah  Bintang Republik Indonesia.
Kosmonot Rusia Yuri Gagarin adalah  manusia pertama di dunia yang menjelajahi luar angkasa.
Yuri Gagarin, Nikita Khrushchev, Soekarno dan Leonid Brezhnev di Kremlin, Moscow | image credit: Mikhail Tsyganov mikejkt.livejournal.com , RIA Novosti

Pada tahun-tahun sejanjutnya banyak kosmonot Rusia yang menginjakkan kakinya di Indonesia seiring dengan bertambah mesranya hubungan kedua negara tersebut. Seperti astronot nomer 2 dunia Gherman Titov pada september 1961. Kemudian kunjungan Andrian Nikolaev dan Valentina Tereshkova pada November 1963. Perlu diketahui Valentina Tereshkova adalah wanita pertama di dunia yang pergi keluar angkasa. Tidak lupa juga kosmonot Valery Bykovsky yang berkunjung ke indonesia pada Juni 1963..

Sayang hubungan Indonesia dengan Rusia meredup setelah peristiwa g30s PKI. Andai saja hubungan Indonesia dan rusia bisa terjalin lebih lama waktu itu, apakah Rusia mau melakukan "Transfer of Technology" pada teknologi antariksanya ke Indonesia? Jika itu terjadi bukan tidak mungkin sekarang Indonesia bisa membuat program antariksa sendiri, walaupun hanya untuk meluncurkan satelit.

Last, pada awal tulisan saya menceritakan guru agama SD saya yang ndongeng bahwa Yuri Gagarin hilang di luar angkasa karena mencari tuhan. Faktanya adalah Yuri Gagarin meninggal karena kecelakaan pesawat jet tempur pada saat latihan rutin pada tanggal 27 Maret 1968.

Fakta: Yuri Gagarin hanya mempunyai tinggi badan 157cm, yang artinya beliau ini pendek. Bahkan sedikit lebih pendek dari saya.. hehe

Comments

  1. sayang sekali ya mas hubungan Indonesia dengan Rusia sekarang meredup ... mudah - mudahan di pemerintahan yang akan datang hubungan Indonesia dengan Rusia kembali harmonis seperti jamannya Presiden Seokarno ....

    ReplyDelete
  2. Perbedaan astronot vs kosmonot apa?

    ReplyDelete

Post a Comment

Archive

Show more